Senin, 14 Juni 2021

ANALISIS FUNGSIONAL STRUKTURAL DALAM SURAT AL-ISRA’ AYAT 23 TENTANG PERUBAHAN ADAB ANAK TERHADAP ORANG TUA DI  DESA KETITANG LOR KECAMATAN BOJONG

 

Matsna khuzaimah

Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

 

Abstrak:

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui penyebab dari perubahan adab anak terhadap orang tua di desa Ketitang Lor Kecamatan Bojong, serta mecari solisi untuk memperbaiki adab anak tersebut. Penelitian ini lebih difokuskan pada teori fungsional struktural dalam prespektif Talcon Person.

Kata Kunci: Fungsional Struktural, Adab, Al-Isra’: 23

Abstract:

The study aimed at learning the cause of the child's conversion to parents in the village of ketitang lor, bojong district, and seeking solutions to correct the boy's manners. The research is focused more ona functional theory of structural in talcon person prespeculative.

Keywords: Functional Structural, courtesy, al-Isra’: 23

Pendahuluan

Manusia sebagai makhluk sosial tentu paham akan adanya adab yang perlu tertanam pada setiap individu, entah itu adab terhadap diri sendiri, orang tua, masyarakat, dan pada hal lain. Setiap individu akan memiliki adab yang baik melalui pendidikan adab dikalangan masyarakat maupun keluarga. Keluarga merupakan salah satu faktor internal yang dapat mempengaruhi gaya hidup individu. Keluarga yang dimaksud disini adalah orang tua yang merupakan agen sosialisasi dan juga memiliki otoritas terhadap perkembangan anak.

Orang tua memiliki peran yang penting dalam perkembangan anak, baik dari nilai-nilai moral, agama, dan norma-norma sosial yang dikenalkan melalui interaksi didalam lingkungan keluarga. Orang tua didefinisikan sebagai ayah dan ibu. Ayah merupakan penanguung jawab dan pelindung anak dalam segala hal, baik dari segi keamanan, kesehatan, pendidikan, daan lain-lain. Ibu sebagai kawan setia seorang ayah berfungsi sebagai pendidik, pemelihara keluarga dengan menciptakan kenyamanan dan kedamaian rumah tangga. Pola asuh orang tua secara tidak langsung mempengaruhi kebiasaan anak yang akan berdampak pada gaya hidupnya (Munir Sudarsono :1992).

Kemampuan sosial penting untuk dikembangkan sejak dini seiring dengan perkembangan dunia yang semakain maju dan teknologi yang semakin canggih, harus ada orang-orang yang memiliki kemampuan sosial yang baik dalam segala aspek, khususnya kehidupan sosial. Dengan berubahnya perilaku seorang anak karena perubahan zaman, peran orang tua sangatalah penting. Karena Orang tua yang menjadi pendidik pertama bagi seorang anak, Sehingga apapun yang terjadi pada anak, bisa karena sebab orang tua. Tetapi tidak hanya orang tua, lingkungan juga memiliki dampak yang cukup besar bagi perkembangan sang anak. Salah satu ayat al-Qur’an tentang harus berperilaku baik terhadap orang tua adalah QS. Al-Isra’ ayat 23:

۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا ( الاسراۤء/17: 23)

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

Adanya perubahan adab anak terhadap orang tua, membuat peneliti tertarik untuk mengkajinya. Apa saja yang menjadi faktor dari perubahan adab anak terhadap orang tua?, lalu bagaimana teori fungsional struktural memaparkan perubahan adab anak terhadap orang tua?. Dengan menggunakan teori struktural fungsional, diharap peneliti dapat menjawab dari permasalahan yang ada.

 

Metode Penelitian

Dari permasalahan diatas maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemahaman (meaning). Jenis dari penelitian ini adalah kualitatif, jadi pendekatan yang digunakan juga bersifat kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang lebih menekankan kualitas secara alamiah, karena berkaitan dengan pengertian, konsep, nilai dan ciri-ciri yang melekat opada objek penelitian (kaelan, 2005: 5). Sumber data dalam penelitian ini meliputi wawancara (sumber primer), dokumtasi dab observasi (sumer sekunder). Wawancara dilakukan langsung kepada warga desa Ketitang Lor Kecamatan Bojong. Sedangkan dokumentasi berupa  foto, catatan, buku, dan lainnya yang memiliki kerterkaitan dengan perubahan adab anak terhadap orang tua di desa tersebut.

 

Pembahasan

A.    Pengertian Adab

Adab secara bahasa adalah kehalusan budi pekerti, dan kesopanan, jadi beradab yaitu orang mempunyai budi pekerti yang baik (Hasan Alwi:2005). Sedangkan secara istilah adab diartikan sebagai kebaikan yang tertanam dalam diri manusia sebagai pribadi yang baik (Abdul Haris: 2010). Makna adab selalu bervariasi dari zaman ke zaman dan dari satu konteks ke konteks yang lain. Pemaknaan tertua  kata adab mengaplikasikan suatu kebiasaan, norma tingkah laku praktis, dengan konotasi ganda, yakni: pertama, nilai tersebut dipandang terpuji, kedua, nilai tersebut diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan demikiran adab adalah konsep yang tidak cukup hanya diketahui, akan tetapi harus dihayati dan dipraktikan seseorang untuk menyempurnakan hidupnya (Hasan Asari: 2004).

Al Mawardi membagi adab menjadi dua yaitu adab ad dunya dan adab ad din. Menurutnya adab ad dunya dibagi menjadi dua, yaitu: (a) Etika sosial yang berkaitan dengan ketertiban dan pengaturan kenegaraan, kebangsaan, etika publik, politik, dan segala persoalan yang bersifat kolektif diranah sosial. (b) Etika individu dimana masing masing warga negara bertanggung jawab dalam memperbaiki perilaku dan menampakan kebaikan personal. Sedangkan adab ad din, yaitu etika dalam aturan syariat, seperti perintah-larangan, halal-haram, dan lain-lain (Mawardi: 2009). Beliau menambahkan bahwa adab ialah kebaikan manusia, seperti kerendahan hati, sikap yang baik, kesederhanaa, kontrol diri, amanah, dan kebakan soaial, seperti menjaga kepercayaan dan keputusan dimana dalam bahasa arab adab anak terhadap orang tua disebut dengan birr al wa lidayn (Dedi Supriyadi: 2010).

Hubungan baik antara orang tua dan anak sering disebut dengan ihsan, oleh karena itu setiap individu dianjurkan untuk berbakti kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa adab anak terhadap orang tua adalah berbuat baik kepada keduanya, dengan ihsan dan sopan santun (Abu Hamid: 2009).

 

B.     Faktor-Faktor yang Mempengarui Perubahan Adab Anak Terhadap Orang Tua.

·         Beberapak faktor yag mempengaruhi perubahan adab anak pada orang tua antara lain:

1)      Kurang tertanamnya nilai religius.

2)      Suasana rumah tangga yang kurang baik.

3)      Kurangnya kesadaran orang tua tentang pendidikan adab pada anak.

4)      Kurangnya bimbingan untuk mengisi waktu luang.

5)      Perkembangan zaman yang semakin maju.

Dari faktor diatas, menyimpulkan bahwa orang tua harus lebih menanamkan nilai-nilai agama, budi pekerti, dan lebih memberikan bimbingan pada anak pada waktu luang. Disisi lain rumah tangga antara ibu dan ayah juga harus baik, jangan sampai ada konflik yang dapat berpengaruh pada anak. Karena anak membutuhkan bimbingan baik untuk menerapkan nilai moral serta agama untuk kebaikannya.

·         Jenis-jenis pola asuh orang tua:

1)      Pola Asuh Permisif : dimana orang tua memberikan kebebasan penuh kepada si anak dalam berperilaku. Hal ini dilakukan agar sang anak memberi keputusan untuk  dirinya sendiri, dan berperilaku menurut apa yang diinginkannya tanpa pkontrol dari orang tua. Pola asuh ini menyebabkan perkembangan kepribadian anak tidak terarah, dan mudah mengalami kesulitan jika harus menghadapi larangan-larangan yang ada dilingkungannya (Singgih Gunarsa: 2002).

2)      Pola Asuh Otoriter : dimana orang tua menerapkan batasan yang harus di teeti, tanpa memberi kesempatan anak untuk berpendapat, hal ini menyebabkan anak kehilangan kebebasan, inisistif dan aktifitasnya menjadi kurang, sehingga anak menjadi tidak percaya diri pada kemampuannya. Anak yang dididik dengan pola ini cenderung memiliki kedisiplinan dan kepatuhan yang semu (Siti Anisa : 2005).

3)      Pola Asuh Demokrtasis : dimana orang tua memperlihatkan dan menghargai kebebasan yang tidak mutlak, dengan bimbingan yang penuh kepada anak, memberi penjelasan secara rasional dan objektif jika keinginan dan pendapat anak tidak sesuai. Dalam pola asuh ini, anak tumbuh dengan rasa tanggunng jawab, mampu bertindak sesuaidengan norma yang ada.

 

C.    Penerapan Akhlak Anak Terhadap Orang Tua Menurut Teori Fungsional Struktural

Teori Fungsional struktural, memiliki sudut pandang yang menarik dalam melihat perubahan sosial. Dimana bentuk perubahan sosial tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun, kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban (budaya) tidak dapat dielakan, dan tidak selamanya perubahan sosial meniliki dampak positif. Perubahan yang dikehendaki merupakan perubahan yang telah direncanakan oleh orang yang akan mengadakan perubahan didalam masyarakat. Sedangkan perubahan yang tidak dikehendaki merupakan perubahan yang berlanngsung diluar jangkauan pengawasan masyarakat, dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan (Soerjono Soekanto:  1990).

Ada beberapa kondisi sosial primer yang menyebabkan terjadinya perubahan, seperti: kondisi ekonomis, teknologis, geografis, atau biologis yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dalam aspek-aspek kehidupan sosial lainnya. Teori perubahan sosial ini mengamati tentang bagaimana suatu masyarakat berubah serta berproses kepada perubahan (Manur Faqih: 2002).

Perubahan adab anak terhadap orang tua menurut teori ini tidak dipengaruhi oleh siapapun, dan kemunduran suatu peradaban tidak dapat dielakan, karena tidak setiap perubahan bersifat positif. Salah satu perubahan yang dikatakan  tidak positif adalah adab anak terhadaap orang tua. Dengan berkembangnya zaman yang semakin pesat, sehingga anak diharuskan untuk berinteraksi dengan kehidupan yang dihadapinya sekarang, dimana menjadikan banyak perubahan dari sisi kepribadian dan pola hidup anak, Salah satunya tentang adab.

Perbedaan adab anak terhadap orang terdahulu, bahwa dimana adab anak sangat sopan baik tindak-tunduknya maupun dalam berbicara kepada orang tuanya.  Akan tetapi dengan berubahnya zaman yang menjadikan perubahan pola hidup anak, menjadikan nilai adab yang diajarkan dan tertanam sejak kecil berubah, seperti: adab dalam berperilaku dan adab berbicara. Dimana sekarang kesopanan anak terhadap orang tua tidak diartikan sebagai sesuatu pembicaraan dengan bahasa kromo alus, tapi sekarang asal tidak membantah walaupun bahasanya kasar dikatan adab yang baik, padahal itu berbeda.

Oleh karena itu orang tua harus memiliki pola asuh yang tepat untuk mendidik anak dari kecil hingga dewasa, yang kelak akan menjadi bekal tersendiri bagi anak dalam menjalani kehidupan masa depan.

 

Penutup

Salah satu siklus (perubahan sosial) yang terjadi didalam masyarakat adalah perubahan adab anak terhadap orang tua, dimana hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang melatar belakanginya. Dengan perkembangan zaman sekarang ini, banyak sekali perubahan-perubahan yeng terjadi dalam masyarakat, khususnya pada keluarga. Anak sekarang cenderung berubah perilakunya/adabnya dikarenakan pola hidup dari keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Sebagai orang tua hal yang harus dilakukan adalah mendidik anak dengan pola asuh yang tepat sesuai dengan perkembangan zaman yang terjadi.


 

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. 2005.  Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Anisa, Siti.  Kontribusi Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Siswa Kelas II SMA Negri 1 Balapulang Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2004/2005, Universitas Negri Semarang.

Asari, Hasan. 2004.  Akademis dalam Islam. Jakarta: Tiara Wacana.

Faqih, Manur. 2002. Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi. Yogyakarta: Hasist Press.

Gunarsa, Singgih. 2002. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Gunung Mulia.

Hamid, Abu. 2009.  Super Berkah; Buah Manis Berbakti Kepada Ibu Bapak. Bandung : Pustaka Hidayah.

Haris, Abdul. 2010. Etika Hamka. Yogyakarta: LKIS Yogyakarta.

Kaelan. 2005. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. (Yogyakarta: Paradigma).

Mawardi. 2009. Jalan Meraih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat. Jakarta: Sahara Intisains.

Soekanto, Soerjono. 1990.  Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sudarsono, Munir. 1992.  Dasar-dasar Agama Islam. Jakarta: Rineka Cipta.

Supriyadi, Dedi. 2010.  Pengantar Filsafat Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar